3+ Pondok Pesantren di Kabupaten Lamongan yang Terkenal


Kota yang akrab dengan sebutan Kota Lele ini terletak sekitar 50 km sebelah barat dari Kota Surabaya yang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini menjadi salah satu daerah yang termasuk dalam kawasan metropolitan Surabaya, yang disebut Gerbangkertosusila.

Berbagai lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal ada di sini. Dalam ulasan kali ini, akan dibahas mengenai daftar nama pondok pesantren di Jawa Timur, khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Lamongan.

Pesantren di Lamongan


Selain terkenal dengan lembaga pendidikan formal, di Lamongan juga terdapat lembaga pendidikan nonformal, dalam hal ini adalah pondok pesantren, baik yang berstatus sebagai ponpes modern ataupun salafiah.

Daftar Nama Pondok Pesantren di Kabupaten Lamongan

Berikut daftar beberapa daftar dalam nama pondok pesantren yang ada di Lamongan, dari yang paling bagus sampai yang terkenal. Antara lain;

Pondok Pesantren Sunan Drajat

Lokasi pondok pesantren ini berada di Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Pendiriannya dilakukan pada tahun 1977 oleh KH. Abdul Ghofur. Dinamakan Pondok Pesantren Sunan Drajat karena pendirinya memiliki ikatan filosofis, historis, dan psikologis dengan salah satu wali songo tersebut.

Kabarnya, tanah tempat berdiri pondok ini dulunya merupakan tanah pondok pesantren yang didirikan oleh Sunan Drajat. Setelah mengalami kemunduran cukup lama, pada tahun 1977 KH. Abdul Ghofur -yang merupakan salah satu keturunan Sunan Drajat- memutuskan untuk membangun kembali pondok tersebut.

Bukan hanya mengajarkan ilmu agama, di pondok ini juga terdapat lembaga pendidikan formal. Lembaga pendidikan formal yang ada di sini antara lain, MTs Sunan Drajat, SMPN 2 Paciran, MMA Sunan Drajat, dan SMK Sunan Drajat. Selain itu ada juga MA Ma’arif Sunan Drajat dan Institut Pesantren Sunan Drajat.

Pondok Pesantren ini juga memiliki lembaga pendidikan nonformal dan berbagai ekstrakurikuler. Lembaga pendidikan nonformalnya, yaitu Madrasah Diniah, Madrasatul Quran, Lembaga Pengembangan Bahasa Asing, dan kajian kitab salaf. Sedangkan ekstrakurikulernya mulai dari pencak silat, pramuka, futsal, voli, hingga qiroah.

Pondok Pesantren Al-Ishlah

Pondok ini beralamat di Desa Sendang Agung, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Pondok ini didirikan pada tahun 1986 oleh Drs. M. Dawam Saleh. Beliau merupakan lulusan filsafat dari UGM, sekaligus merupakan alumni PPM Darussalam Gontor. Mulanya hanya bertempat di sebuah rumah berukuran 25x3x5 meter dengan hanya 10 orang santri.

Lambat laun, masyarakat sekitar semakin tergerak untuk meminta anak-anaknya menjadi santri di pondok ini. Dari yang semula 10, terus bertambah menjadi 17, 30, dan seterusnya.

Memasuki tahun 1989, didirikan juga MA Al-Ishlah agar santri yang sudah menamatkan pendidikan setingkat SMP bisa langsung melanjutkan sekolahnya. Selain memiliki SMP dan MA Al-Ishlah, sudah ada juga Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran dan Sains Al-Ishlah (STIQSI).

Jadi Anda yang sudah lulus dari MA Al-Ishlah dan tetap ingin berada pada suasana pondok bisa langsung melanjutkan pendidikan di STIQSI.

Fasilitas pondok sudah terbilang lengkap, seperti masjid, ruang belajar, asrama putra dan putri, dapur dan kantin, perpustakaan, koperasi, dan laboratorium. Berbagai esktrakurikuler juga sudah ada, seperti muhadloroh, olahraga, kesenian, tilawah dan tahfidz Al-Quran, jurnalistik, karya tulis ilmiah, dan bimbingan olimpiade.

Pondok Pesantren Roudlotul Quran

Daftar nama pondok pesantren di Kabupaten Lamongan selanjutnya adalah Pondok Pesantren Roudlotul Quran. Alamat pondok pesantren ini berada di Desa Tlogoanyar, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Pondok ini didirikan pada tahun 1973 oleh KH. Mansur Aminuddin Ridlo. Mulanya sebatas pengajian ibu-ibu di Minggu siang dan Senin malam, serta anak-anak mengaji setelah maghrib. Untuk asrama anak-anak, saat itu dibangun 3 kamar berdinding bambu. Saat ini santrinya sudah mencapai ratusan siswa.

Pada tahun 2008, dibangunlah MTs Roudlotul Quran. Delapan tahun kemudian, menyusul MA Roudlotul Quran. Untuk santri yang dianggap mumpuni, maka bisa masuk dalam kelas Diniyyah 3B dan bisa mencapai tingkat Ulya tahun depan. Di kelas Ulya sendiri, pelajaran yang diberikan fokus pada fiqih, ushul fiqih, dan nahwu.

Pada pondoknya terbagi atas empat komplek, yakni qodim, jadid, darul amin, dan rijal. Di pondok ini juga memfasilitasi pembelajaran untuk tahfidz dan ta’lim.

Selain itu, ada juga RQINA Grup yang khusus bergerak di bidang perekonomian pondok. Bagian usaha dari RQINA Grup itu, antara lain kantin dan laundry. Kabarnya akan segera dibuka usaha market, advertising, dan catering.

Pondok yang ada dalam daftar nama pondok pesantren di Kabupaten Lamongan ini termasuk yang paling besar di Lamongan. Bisa menjadi salah satu pilihan Anda jika ingin nyantri di sini. Semoga informasi akan tulisan ini bermanfaat. Trimakasih,

Belum ada Komentar untuk "3+ Pondok Pesantren di Kabupaten Lamongan yang Terkenal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel