5+ Pondok Pesantren di Kabupaten Purbalingga yang Bagus

Pesantren di Purbalingga

Kabupaten Purbalingga termasuk kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki iklim tropis. Kabupaten ini merupakan daerah cekungan yang dikelilingi oleh dataran tinggi. Jumlah penduduk di kabupaten ini hampir menyentuh angka satu juta jiwa dengan luas wilayahnya 777 km2. Dari luas wilayah itu, ada sekitar 50-an pesantren yang berdiri di Kabupaten Purbalingga. Seperti apa daftarnya?

Pesantren Kabupaten Purbalingga


Rata-rata, pondok pesantren di Purbalingga masih banyak yang tergolong pondok pesantren salaf. Namun demikian, rata-rata pondok pesantren tersebut sudah semi modern. Maksudnya, pesantren-pesantren tersebut juga sudah memiliki pendidikan formal seperti MTs atau MA.

Daftar Pondok Pesantren di Purbalingga


Berikut ini adalah daftar nama pondok pesantren di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Purbalingga. Namun daftar ini bukan daftar lengkap. Sebab, hanya akan ada beberapa saja, pondok pesantren yang dibahas.

Pondok Pesantren Minhajut Tholabah

Lokasi pondok pesantren ini ada di RT 02, RW 10, Dusun Lawigede, Desa kembangan, Kecamatan Bukateja. Berdiri pada tahun 1990, pondok pesantren ini menyelenggarakan pendidikan nonformal dalam bentuk madrasah diniyyah. Tidak hanya itu, Pesantren Minhajut Tholabah juga menjadi tempat santri untuk menghafal Al-Qur’an.

Pesantren ini termasuk pesantren yang mengkaji kitab-kitab salaf. Namun demikian, santri di Pesantren Minhajut Tholabah ini juga tetap bisa mengenyam pendidikan formal. Sebab, pondok pesantren in juga memiliki unit pendidikan Madrasah Tsanawiyyah serta Madrasah Aliyah.

Pondok Pesantren Nurul Barokah

Pondok pesantren Nurul Barokah terletak di Desa Beji, Kabupaten Bojongsari, dekat dengan objek wisata Owabong. Santri di pesantren ini cukup banyak. Jumlahnya sekitar 250-an santri.

Pondok pesantren ini didirikan oleh KH. Syafi’i Abror. Sebelumnya, beliau juga telah mendidikan Pondok Pesantren Al Hikmah I. Namun karena beliau juga berdakwah di Desa Beji, maka di Beji pun didirikan pondok pesantren, yakni Pondok pesantren Nurul Barokah.

Pesantren ini utamanya mengkaji kitab-kitab salaf atau kitab kuning. Untuk itu, santri yang belajar di pesantren ini diharuskan mengikuti madrasah diniyyah. Jika santri ingin menghafal Al-Qur’an, santri bisa mengikuti kegiatan tahfidz.

Unit pendidikan formal yang didirikan di Pondok pesantren Nurul Barokah adalah PAUD hingga SMK.

Pondok Pesantren Nurul Huda

Pondok pesantren yang didirikan pada tahun 1996 ini terletak di lereng Gunung Slamet. Tepatnya adalah Desa Karangreja, Kutasari, Kabupaten Purbalingga.

Pondok pesantren ini tergolong pondok pesantren modern. Progam pendidikan yang ada di sana adalah pendidikan mutawassithah, i’dan mu’alimin, serta i’dad lughawi. Mutawassithah adalah progam pendidikan agama untuk siswa tingkat SLTP. I’dan mu’alimin adalah progam di atas progam mutawassithah.

Sedang, progam i’dan lughowi adalah progam yang mengarah pada skill komunikasi Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Pondok Pesantren Ar Rohman

Alamat Pondok Pesantren Ar Rohman adalah Jalan Sukun, Desa Kalikabong, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Pesantren ini adalah salah satu pesantren di Purbalingga yang mengkaji kitab-kitab salaf atau kitab kuning semacam Sulamut Taufiq dan Safinah. Untuk itu, pesantren juga menyelenggarakan pendidikan nonformal madrasah diniyyah.

Pesantren yang berdiri pada tahun 1991 ini juga menjadi tempat para santri untuk menghafal Al-Qur’an. Sehari-hari, santri dianjurkan untuk menggunakan Bahasa Arab atau Bahasa Inggris untuk melatih skiil komunikasi mereka.

Pondok Pesantren Darul Abror

Alamat pondok pesantren ini adalah RT 1 RW 7 Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Mulanya, pada tahun 1989, Pondok Pesantren Darul Abror hanyalah sebuah madrasah diniyyah biasa. Siswanya tinggal di sekitar madrasah. Kemudian, beberapa memilih tinggal di rumah pimpinan madrasah.

Dari situlah materi-materi lain tentang kitab kuning diajarkan. Aktivitas tersebut yang kemudian membentuk pondok pesantren. Peresmian pondok pesantren ini terjadi pada tahun 1991. Namun begitu, akta notaris pondok pesantren baru dilakukan pada tahun 2003.

Sebagai kesimpulan, rata-rata pondok pesantren di Purbalingga sudah tidak murni salaf. Artinya, pesantren-pesantren tersebut sudah memasukkan unsur pendidikan formal di dalamnya. Tentu saja, hal ini sebagai jawaban atas zaman yang terus berkembang.

Tidak sedikit bahkan, dari sekian daftar nama pondok pesantren di Kabupaten Purbalingga yang memasukkan progam bahasa sebagai ekstrakurikuler. Trimakasih,

Belum ada Komentar untuk "5+ Pondok Pesantren di Kabupaten Purbalingga yang Bagus"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel